Untukmu yang Masih Aku Perjuangankan dan Disia-siakan

Tahukah kamu, tidak mudah bagiku untuk menerima hal ini? Menerima bahwa saat ini posisiku telah hilang dalam hatimu?Menerima bahwa semuanya tidak seperti semula?

Kesalahanku seakan-akan menutupi semua kebaikanku, perjuanganku, dan pengorbananku. Entah hal itu bagaimana di pandanganmu. Masalah kecil menurutku belum tentu itu hal kecil menurutmu kan?
Andai kan saja kamu mengingatkanku sejak awal, mungkin ini tidak akan bertumpuk hingga saat ini dengan kesalahan yang sama. Aku bukan Tuhan yang dapat mengetahui isi hatimu, sayang.

Ketika waktu tiba kamu memaafkan itu, mungkin masalah ini itu telah hangus tetapi tidak benar benar hilang. Dengan kata 'maaf' belum tentu mudah untuk mengembalikan keadaan menjadi seperti semula. Kepercayaan, kasih sayang, dan cinta tidak aku kembali dengan mudah mungkin bahkan belum tentu kembali. Aku telah berusahan memperjuangankan agar kembali. Dan mungkin pada akhirnya nihil, kamu memilih untuk melepaskanku.

Sayangku, aku sempat menyerah untuk memperjuangkanmu ketika kamu melepaskan aku. Tetapi, kata hatiku berkata lain. Tidak ku sangkal aku masih sungguh menyayangimu, dengan luka luka yang telah kamu berikan kepadaku Aku cukup tahu diri, dimana posisiku saat ini. Hari demi hari pun aku semakin terbiasa dengan rasa sakit itu. Mengiklaskan kamu bahagian dengan jalanmu. Tidak semua hal bisa kita selesaikan bukan?Termasuk urusan perasaanku ataupun urusan kita yan telah  menjadi masalalu.Mungkin kamu pun telah menutup rapat pintu itu untukku kembali. Jalan satu-satu nya yang bisa aku lakukan adalah iklas dan sabar. Aku yakin akan ada saatnya aku benar-benar bisa mengiklaskan kondisi saat ini. Kondisi dimana aku hanya mencintaimu sepihak. Namun, aku tidak mau memaksakan untuk melupakanmu. Saat ini kamu mempunyai posisi tersendiri dihatiku.
Jujur saja, sangat sulit untukku untuk menjauhimu. Saat ini aku tidak akan berjuangan untuk berada diposisi ku terdahulu, posisi istimewa dihatimu itu. Tetapi, hal yang aku perjuangkan saat ini yaitu aku ingin kelak kamu tersadar, bahwa kamu telah melepaskan dan menyia-nyiakan sosok luar biasa yang telah tangguh memperjuangkanmu.
Pesan dariku untukmu, semoga kamu bahagia dengan jalanmu saat ini, entah karirmu, atau pasanganmu kelak. Aku harap kamu menjalin komitmen kembali ketika kamu benar-benar siap dengan segala konsekuensinya, siap menghargainya, dan setia padanya.




                                                                                                        Dariku, yang masih berjuang       

Komentar